Di Indonesia, tak sedikit stadion yang
memiliki kemampuan untuk membawa sepakbola ke puncak tertinggi. Entah
itu karena kapasitasnya, kemegahannya, pemiliknya, atau karena gema
suara yang muncul karena konstruksi bangunannya, yang jelas stadion
stadion-stadion itu mampu membuat sepakbola seperti mempunyai kehidupan
tersendiri.
Lalu, dari sekian banyak stadion yang terdapat di Indonesia, stadion mana saja yang dapat dikatakan sebagai yang terbaik?
Sejak Bung Karno, presiden pertama Indonesia, memancangkan tiang
pertama dalam pembangunan stadion ini pada tahun tahun 1960 lalu,
stadion ini memang sudah tiga kali berganti nama. Dari Stadion Gelora
Bung Karno, Stadion Utama Senayan, hingga kembali menjadi Stadion Utama
Gelora Bung Karno. Namun, setidaknya ada satu hal yang tak pernah
berubah dari stadion ini sejak pertama kali dibangun: Stadion Utama
Gelora Bung Karno selalu menjadi altar tertinggi sepakbola Indonesia.
SUGBK berada di nomor 75 dalam daftar 100 stadion terbaik dunia versi FFT. Klik gambar untuk membaca artikelnya.
Selain mampu menampung sekitar 110 ribu orang sewaktu pertama kali dibangun, Stadion Utama Gelora Bung Karno juga memiliki desain yang tergolong unik. Konstruksi atapnya, yang disebut Temu Gelang, mirip dengan gelang Candrakirana, senjata Bima, salah satu tokoh pewayangan. Seluruh tribun di Stadion Utama Senayan pun tertutup oleh atap agar para penonton dapat terlindungi. Dengan pendekatan seperti itu, sampai saat ini, Stadion Utama Gelora Bung Karno masih dapat dikatakan sebagai salah satu stadion terbaik di Asia Tenggara.
Stadion Pakansari memang hanya berkapasitas 30.000 ribu tempat duduk,
jauh lebih kecil daripada Stadion Utama Gelora Bung Karno, tetapi bukan
tanpa alasan stadion ini menjadi primadona baru di Indonesia.
Selain memiliki kualitas rumput kelas satu, tempat duduk di semua tribun Pakansari juga sudah menggunakan sistem single seater
lengkap dengan penomorannya, seperti sebagian besar stadion-stadion di
daratan Eropa. Karena berada di sekitar perbukitan, Stadion Pakansari
juga tergolong sejuk. Aksesnya pun mudah, karena terletak tak jauh dari
pusat kota Bogor.
Dalam gelaran Piala AFF 2016 lalu, karena Stadion Utama Gelora Bung Karno sedang mengalami renovasi, Stadion Pakansari kemudian dipilih untuk menjadi markas timnas Indonesia. Saat itu, Pakansari mampu mengalahkan kandidat-kandidat lainnya, seperti Stadion Manahan, Solo, dan Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Entah itu dalam pergelaran sepakbola lokal maupun pergelaran laga
internasional, Stadion Maguwoharjo sering kali mampu menghadirkan
atmosfer pertandingan yang membuat banyak orang takjub. Hal ini terjadi
karena, tidak seperti kebanyakan stadion di Indonesia, Stadion
Maguwoharjo tidak memiliki lintasan atletik yang biasanya menjauhkan
penonton dari lapangan.
image: https://images.cdn.fourfourtwo.com/sites/fourfourtwo.com/files/styles/inline-image/public/pss-sleman-fans-slemania_acd9nm054ua514jg1df1wojuc_0.jpg?itok=j5h_YvB5
Selain itu, Maguwoharjo juga memiliki kapasitas yang tergolong besar
untuk ukuran stadion di Indonesia. Stadion yang menjadi markas klub PSS Sleman ini mampu menampung sekitar 40.000 penonton.
Kelebihan yang dimiliki Stadion Maguwoharjo tidak berhenti sampai di situ. Stadion yang sering dijuluki sebagai “Mini San Siro” ini juga memiliki kualitas rumput kelas satu. Maguwoharjo menggunakan rumput jenis Zoysia Matrella (ZM). Jenis rumput ini merupakan rumput paling baik untuk digunakan sebagai rumput lapangan sepakbola. Sistem drainase Maguwoharjo pun dapat diacungi jempol. Pasalnya, Maguwoharjo masih mampu menyelenggarakan pertandingan dengan baik dalam kondisi hujan lebat.
Di Indonesia, adanya tim musafir bukanlah sebuah hal baru. Dan dari
banyaknya tim-tim muafir yang pernah ada dalam sejarah panjang sepakbola
Indonesia, tak sedikit dari tim yang mengincar Stadion Manahan sebagai
rumah baru mereka. Alasannya sederhana: Stadion Manahan merupakan salah
satu yang terbaik di Indonesia.
Stadion yang pernah menjadi markas Persijatim dan Pelita Jaya ini, pertama kali diresmikan pada tahun 1998 lalu. Sejak saat itu, stadion yang mempunyai kapasitas sekitar 35.000 orang ini selalu menjadi tempat sakral saat pertandingan sepakbola digelar. Selain pernah menggelar final Piala Indonesia pada tahun 2010 lalu, antara Sriwijaya FC melawan Arema, timnas Indonesia juga beberapa kali menggunakan Manahan dalam laga internasional. Menjelang gelaran Piala AFF 2016, Indonesia menggunakan Stadion Manahan dalam pertandingan uji coba menghadapi Malaysia.
Lalu, dari sekian banyak stadion yang terdapat di Indonesia, stadion mana saja yang dapat dikatakan sebagai yang terbaik?
Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta)
SUGBK berada di nomor 75 dalam daftar 100 stadion terbaik dunia versi FFT. Klik gambar untuk membaca artikelnya.Selain mampu menampung sekitar 110 ribu orang sewaktu pertama kali dibangun, Stadion Utama Gelora Bung Karno juga memiliki desain yang tergolong unik. Konstruksi atapnya, yang disebut Temu Gelang, mirip dengan gelang Candrakirana, senjata Bima, salah satu tokoh pewayangan. Seluruh tribun di Stadion Utama Senayan pun tertutup oleh atap agar para penonton dapat terlindungi. Dengan pendekatan seperti itu, sampai saat ini, Stadion Utama Gelora Bung Karno masih dapat dikatakan sebagai salah satu stadion terbaik di Asia Tenggara.
Stadion Pakansari (Bogor)
Selain memiliki kualitas rumput kelas satu, tempat duduk di semua tribun Pakansari juga sudah menggunakan sistem single seater
lengkap dengan penomorannya, seperti sebagian besar stadion-stadion di
daratan Eropa. Karena berada di sekitar perbukitan, Stadion Pakansari
juga tergolong sejuk. Aksesnya pun mudah, karena terletak tak jauh dari
pusat kota Bogor.Dalam gelaran Piala AFF 2016 lalu, karena Stadion Utama Gelora Bung Karno sedang mengalami renovasi, Stadion Pakansari kemudian dipilih untuk menjadi markas timnas Indonesia. Saat itu, Pakansari mampu mengalahkan kandidat-kandidat lainnya, seperti Stadion Manahan, Solo, dan Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Stadion Maguwoharjo (Sleman)
image: https://images.cdn.fourfourtwo.com/sites/fourfourtwo.com/files/styles/inline-image/public/pss-sleman-fans-slemania_acd9nm054ua514jg1df1wojuc_0.jpg?itok=j5h_YvB5
Selain itu, Maguwoharjo juga memiliki kapasitas yang tergolong besar
untuk ukuran stadion di Indonesia. Stadion yang menjadi markas klub PSS Sleman ini mampu menampung sekitar 40.000 penonton.Kelebihan yang dimiliki Stadion Maguwoharjo tidak berhenti sampai di situ. Stadion yang sering dijuluki sebagai “Mini San Siro” ini juga memiliki kualitas rumput kelas satu. Maguwoharjo menggunakan rumput jenis Zoysia Matrella (ZM). Jenis rumput ini merupakan rumput paling baik untuk digunakan sebagai rumput lapangan sepakbola. Sistem drainase Maguwoharjo pun dapat diacungi jempol. Pasalnya, Maguwoharjo masih mampu menyelenggarakan pertandingan dengan baik dalam kondisi hujan lebat.
Stadion Manahan (Solo)
Stadion yang pernah menjadi markas Persijatim dan Pelita Jaya ini, pertama kali diresmikan pada tahun 1998 lalu. Sejak saat itu, stadion yang mempunyai kapasitas sekitar 35.000 orang ini selalu menjadi tempat sakral saat pertandingan sepakbola digelar. Selain pernah menggelar final Piala Indonesia pada tahun 2010 lalu, antara Sriwijaya FC melawan Arema, timnas Indonesia juga beberapa kali menggunakan Manahan dalam laga internasional. Menjelang gelaran Piala AFF 2016, Indonesia menggunakan Stadion Manahan dalam pertandingan uji coba menghadapi Malaysia.

Foto: FAM
Stadion Gelora Sriwijaya (Palembang)
Stadion berkapasitas 40.000 orang ini semula dibangun untuk
penyelanggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2004 di Sumatera Selatan.
Namun, setelah pemerintah Sumatera Selatan berhasil mengakusisi
Persijatim, salah satu klub di divisi teratas sepakbola Indonesia,
beberapa saat setelah PON 2004 berakhir, Stadion Gelora Sriwijaya
kemudian menjadi markas bagi Sriwijaya FC.Karena terus mendapatkan perawatan yang baik, kemegahan Stadion Gelora Sriwijaya tak pernah memudar hingga saat ini. Bahkan, stadion yang semula bernama Jakabaring ini juga dipersiapkan untuk menyelanggarakan Asian Games 2018 karena kualitas yang dimilikinya.
Stadion Mandala (Jayapura)
Dari segi arsitektur memang tak ada yang istimewa dari Stadion
Mandala, Jayapura. Tidak ada yang ikonik dari desain stadion yang
menjadi markas Persipura Jayapura
ini. Meski begitu, bukan tanpa alasan saat AFC, otoritas tertinggi
sepakbola Asia, mengatakan bahwa Stadion Mandala merupakan stadion
terbaik di Indonesia pada tahun 2011 lalu.
Stadion Mandala mempunyai kualitas lampu yang mengagumkan, sangat
cocok untuk menggelar pertandingan di malam hari. Kualitas rumputnya pun
tak kalah bagus jika dibandingkan dengan rumput di Stadion Utama Gelora
Bung Karno dan Stadion Gelora Sriwijaya. Selain itu, Stadion Mandala
juga memiliki ruang internet berkecepatan tinggi yang dapat digunakan
untuk kepentingan pers.Pantas saja jika Persipura seperti tak pernah mau berhenti berprestasi. Pasalnya, mereka memiliki rumah yang sangat nyaman untuk ditempati.
Stadion Utama (Riau)
Dibangun dengan menghabiskan dana dengan jumlah yang tak sedikit,
sekitar Rp1,18 trilliun, Stadion Utama Riau pernah masuk nominasi
sebagai salah satu stadion terbaik di dunia pada tahun 2012 lalu versi
portal stadiumdb.com. Stadion yang mempunyai arsitektur mirip Allinaz Arena, markas Bayern Muenchen, ini sudah menggunakan sistem single seater
di seluruh tribunnya. Semua tribun tertutup di Stadion Utama Riau juga
dilengkapi dengan ventilasi udara yang cukup memadai. Sayangnya, Stadion
Utama Riau tidak terawat setelah gelaran PON 2012 lalu. Kemegahannya
memudar dihajar oleh waktu.
Stadion Aji Imbut (Kutai Kartanegara)
Di Liga 1, stadion berkapasitas 35.000 tempat duduk ini menjadi markas Mitra Kukar,
salah satu klub papan atas di liga Indonesia. Sayangnya, meski memiliki
desain nyentrik, kualitas rumput di Stadion Aji Imbut belakangan ini
sering mendapatkan kritik dari lawan-lawan Mitra Kukar.
Stadion Gelora Bandung Lautan Api (Bandung)
Djanur, sapaan akrab Djajang Nurjaman, ternyata tidak mengada-ada. Bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api untuk pertama kalinya di Liga 1, Persib berhasil meraih kemenangan pertamanya setelah bermain imbang dalam dua pertandingan awal. Tak tanggung-tanggung, lawan yang mereka kalahkan adalah Sriwijaya FC, salah satu kandidat kuat juara Liga 1. Saat itu Persib bermain cepat, membuat pemain-pemain Sriwijaya FC pontang-panting untuk meladeninya.
Selain kualitas rumput, Stadion Gelora Bandung Lautan Api mempunyai beberapa kelebihan lainnya. Tempat duduk di seluruh tribun sudah menggunakan sistem single seater, dan sebagian tempat duduknya sudah tahan api. Stadion berkapasitas lebih dari 30 ribu penonton ini juga memiliki e-board, ruang anti peluru yang dapat digunakan untuk tamu-tamu penting, dan landasan helikopter.
Stadion Batakan (Balikpapan)
Mulai dibangun pada tahun 2010 lalu, Stadion Batakan diperkirakan membutuhkan anggaran lebih dari Rp1 trilliun. Stadion yang setara bangunan lima lantai ini mampu menampung 42.000 orang penonton. Selain menggunakan jenis rumput zoysia matrella (zm), kelebihan lain yang dimiliki oleh Stadion Batakan adalah fasilitas-fasilitas penunjang yang terdapat di dalamnya. Ruang ganti para pemain tak jauh berbeda dengan ruang ganti di stadion-stadion eropa. Batakan juga mempunyai toilet yang tergolong nyaman.
Selain dipersiapkan sebagai markas Persiba Balikpapan, Stadion Batakan juga tak menutup kemungkinan untuk digunakan di ajang internasional. Stadion Batakan sendiri memiliki desain yang sangat mirip dengan Stadion Emirates, markas Arsenal.

Foto: inibalikpapan.com
Foto utama: OkezoneSumber:https://www.fourfourtwo.com/id/features/10-stadion-sepakbola-terbaik-di-indonesia?page=0%2C4
Bagikan
Stadion Megah di Indonesia Nomor 10 Mirip Stadion Emirates (Arsenal) !!!
4/
5
Oleh
Admin

Terima Kasih